Kamis, 27 November 2014

Terjebak Nostalgia 7



Episode 15-2
Dosa Termanis

Aku tidak sepenuhnya bohong kok! Karena mobil masih harus menunggu perbaikan –setidaknya sampai pagi. Kami memutuskan untuk bermalam di hotel di daerah Ambarawa.

Hotel itu sudah tua, mungkin peninggalan belanda. Jelas terlihat dari perabotnya yang sangat retro, seperti dalam film-film era tahun 70’an. Lampu 15 watt berpijar dengan malas di atap, kadang meredup akibat tegangan yang tidak Stabil. Sinarnya yang berwarna oranye dihalangi kipas angin usang yang menempel di langit-langit di dekatnya, menimbulkan ilusi optik berupa bayangan yang bergerak cepat di seantero kamar.

Minggu, 23 November 2014

Putri Ular Putih 15



Setelah Fa Hai pergi, Xu Xian tepekur di depan meja rias. Fu Yun menghampirinya dan berkata lembut, “Aku tidak melihat yang baru saja terjadi. Ceritakanlah kepadaku semua kejadian dari awal mula. Baru kemudian kita putuskan apa yang masih dapat kita lakukan.”

Xu Xian menyapu air matanya. Ia melihat Fu Yun bersama beberapa orang lainnya. “Seperti halnya kalian, aku pun mengira Bai Su-zhen adalah seorang wanita biasa yang lemah lembut. Setelah kalah bertempur melawan Fa Hai, pendeta itu mengubahnya ke bentuk semula, yaitu seekor ular besar berwarna putih. Ternyata ia telah mendalami ilmu gaib selama lebih dari seribu tahun. Seandainya ia tidak menikah denganku, ia akan hidup selama-lamanya.”

Jumat, 21 November 2014

Sang Pejantan 4



Di balik meja kerja, kuelus pelan batang kontolku yang sepertinya akan nganggur dalam dua bulan ini. Hanya istriku yang bisa kupakai, sedangkan Tanti dan Windy lagi halangan. Sungguh apes sekali. Tanti sedang nifas habis melahirkan, sedangkan Windy lagi hamil muda. Dua-duanya tak bisa melayaniku.

Namun ternyata nasibku tidak jelek-jelek amat karena sekitar dua minggu kemudian, Tanti tiba-tiba mengirim sms, “Ada waktu? Suamiku dinas ke luar kota besok, 3 hari.”

Rabu, 19 November 2014

Silent Rose Series 3




Case 03 : Forest Witness

Langit tampak cerah pagi itu, meski udara tidaklah segar. Gas-gas buangan kendaraan bermotor memenuhi udara dengan lamban namun pasti. Ian sedang menikmati secangkir kopi di halaman belakang rumah peninggalan Ayahnya, Silent Rose generasi pertama. Rumah mewah di kawasan perumahan di tepi kota Jakarta ini adalah tempat dia dibesarkan, sebelum pada usia 10 tahun, dia mengikuti karantina pendidikan di pusat pelatihan Association di Braunschweigh, Jerman.