Jumat, 21 November 2014

Sang Pejantan 4



Di balik meja kerja, kuelus pelan batang kontolku yang sepertinya akan nganggur dalam dua bulan ini. Hanya istriku yang bisa kupakai, sedangkan Tanti dan Windy lagi halangan. Sungguh apes sekali. Tanti sedang nifas habis melahirkan, sedangkan Windy lagi hamil muda. Dua-duanya tak bisa melayaniku.

Namun ternyata nasibku tidak jelek-jelek amat karena sekitar dua minggu kemudian, Tanti tiba-tiba mengirim sms, “Ada waktu? Suamiku dinas ke luar kota besok, 3 hari.”

Rabu, 19 November 2014

Silent Rose Series 3




Case 03 : Forest Witness

Langit tampak cerah pagi itu, meski udara tidaklah segar. Gas-gas buangan kendaraan bermotor memenuhi udara dengan lamban namun pasti. Ian sedang menikmati secangkir kopi di halaman belakang rumah peninggalan Ayahnya, Silent Rose generasi pertama. Rumah mewah di kawasan perumahan di tepi kota Jakarta ini adalah tempat dia dibesarkan, sebelum pada usia 10 tahun, dia mengikuti karantina pendidikan di pusat pelatihan Association di Braunschweigh, Jerman.

Senin, 17 November 2014

Iblis Dunia Persilatan 1



Hak cipta © Aone

PROLOG

Desember di awal tahun tampaknya adalah masa yang paling mengerikan yang pernah ada di tanah Jawa Dwipa. Langit masih mengandung derita, ia terus mengeluarkan peluh hingga membuat bumi basah kuyup. Suara batuknya menggelegar bersahut-sahutan. Nafasnya begitu ngos-ngosan menimbulkan angin prahara yang memporak-porakan bumi. Cahaya matanya begitu sengit menyambar-nyambar membentuk akar.

Tampaknya sang bumi tak sanggup lagi menjadi pelampiasan sang langit yang sedang sakit. Sang Bumi menggelepar-gelepar mengguncang-guncang tubuhnya, membuat sang samudra ketakutan, yang akhirnya melambai-lambai meminta pertolongan pada gunung dengan mengirimkan sang ombak yang menjulang tinggi dan menjamah sang rimba yang tampaknya pasrah menerima nasib. Tapi jangankan memberi pertolongan, sang gunung pun sedang berjuang melawan lendir bumi yang menggelegak memintanya dikeluarkan. Membuat tubuhnya mengguncang-guncang.

Sabtu, 15 November 2014

Gara-Gara Nyasar



Kebanyakan bengong mengkhayalkan hal-hal nggak jelas, tahu-tahu Gani sudah ada di depan rumah Lisna. Di situ, dia kaget sendiri.

"Kok nyasar ke sini, nih?" Gani kelimpungan.

"Lisna nggak ada," ibu pacarnya menyambut.

"Eh, Ma-ma-ma-ling... eh, Mama Lisna..." Gani tergagap.

"Iya, ganteng. Apa kabar?"

"Ba-ba-ba-u, eh, baik, Mama Lisna."

"Pas lagi sepi ada kamu nih. Seneng deh. Hahaha..."