Senin, 21 Juli 2014

Tutur Tinular 3



Hak cipta © Buanergis Muryono & S.Tidjab

Sementara itu perjalanan Pranaraja dan dua prajurit bawahannya sudah sampai di wilayah Kurawan. Mereka telah melewati tugu pembatas desa. Mereka melihat seorang lelaki tua sedang membetulkan saluran air di sawahnya. Jarawaha mengarahkan kudanya ke dekat lelaki tua itu yang sibuk membenahi pematang saluran air.

"Hei, Pak Tua! Kau tahu di mana rumah Mpu Hanggareksa?" seru Jarawaha tanpa turun dari punggung kudanya.

Lelaki tua itu tidak menjawab, sebaliknya ia mengomel karena saluran air yang menuju sawahnya telah jebol. "Huuuh! Siapa yang memotong saluran airku ini? Dasar maling!"

Minggu, 20 Juli 2014

Mature Ass And Pussy



Seorang pemuda ditinggal pergi orang tuanya bekerja ke luar negeri selama beberapa bulan. Tanpa disangka, orang tuanya meminta kepada ibu rumah tangga di sebelah rumah mereka untuk merawat pemuda tersebut. Bagaimanakah jadinya bila seorang wanita cantik dan seksi hanya berada berdua saja dengan seorang pemuda yang sudah sejak lama menginginkan tubuhnya? Simak dalam komik berikut.

Sabtu, 19 Juli 2014

Terjebak Nostalgia 3



Episode 7
Love! Fool

2,5 tahun yang lalu...

5 Bulan berlalu setelah kejadian di rooftop tempo hari. Lama aku menunggu, menanti Liz membuka hati, hingga akhirnya di acara Tahun Baru, aku kembali memberanikan diri.

Waktu itu bulan Januari, 2011. Tepat di pergantian tahun, di antara kilauan kembang api, Liz mengangguk ketika aku kembali memintanya jadi pacarku. Kali ini dia tersenyum cerah, memelukku erat-erat di bawah langit yang dipenuhi ribuan cahaya.

Kamis, 17 Juli 2014

Pengantin Baru 8



Aku membuka mataku pelan. Setelah menguap beberapa kali, kulirik tempat di sampingku. Kosong… tidak ada Ferdi di sana. Kemarin sore ia harus ikut Papa untuk pergi ke pulau Bali. Pagi pertamaku tanpa dia ada di sisiku. Aaaaarrrgh… Entah kenapa rasanya sangat menyebalkan. Jadwalku menjadi kacau sekarang. Yeah, seperti yang kalian tahu bagaimana rutinitas pagiku. Membuka mata, menatapnya lalu mengambil kamera dan memotretnya. Setelah itu terjadi pertengkaran kecil dan berakhir jika salah satu dari kami masuk ke dalam kamar mandi atau pergi ke dapur.

Tapi sekarang? Aku tidak bisa menatapnya, memotretnya bahkan bertengkar dengannya. Ahh… aku benci keadaan seperti ini. Kulirik ponselku di samping bantal. Kuambil benda itu
dan mengeceknya. Tidak ada satupun pesan darinya. Apa aku harus menelponnya? Kurasa tidak, ia akan lebih senang jika tidurnya tidak diganggu.

Rabu, 16 Juli 2014

KKN Yang Indah

Tak terasa sudah memasuki bulan kedua aku menjalani KKN di Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Bersama 5 cewek dan 3 cowok termasuk aku, kelompokku sudah berintegrasi dengan masyarakat Bonomerto. Sudah merasakan susahnya melaksanakan tugas-tugas berat selama KKN. Keluar masuk pedesaan yang belum pernah dikenal sebelumnya. Jalan masih berbatu belum diaspal. Bila malam hanya diterangi lampu minyak karena belum terjangkau listrik. Mandi di sendang terbuka tanpa dinding. BAB di sungai dengan air jernih yang mengalir deras. Benar-benar kehidupan yang alami dan eksotik.

Dalam melakoni hidup sehari-hari dalam keadaan yang serba darurat itu, kami yang datang dari berbagai daerah dan berasal dari jurusan dan fakultas yang berbeda, tidak jarang mengalami konflik karena bertahan pada prinsip perjuangan masing-masing, tetapi selalu berakhir dengan happy karena bersama-sama menyadari, bahwa nama baik pribadi dan almamater menjadi taruhan di desa pengabdian ini.